Kasihan sekali!
Anda saja kamu tahu..
Kasihan sekali!
Anda saja kamu tahu..
Ingin pergi jauh. Menjauh dari manusia dan keramian. Menyepi untuk beberapa waktu. Tapi ke mana? Ke Musytari (planet Jupiter)? Itu terlalu jauh dan manusia tidak mungkin bisa hidup di sana. Rasanya ingin tidur panjang seperti pemuda Ashabul Kahfi, tidak usah 309 tahun, 30 tahun cukup. Sayangnya itu tidak mungkin terjadi. Juga, tidak mungkin kembali ke masa lalu, atau lompat ke masa depan. Ya sudahlah! Jalani hari sepenuh hati, sampai nanti, sampai mati. لَا حَوْلَ وَلَا…
Ya Allah. Berilah aku kekuatan. Aku kelelahan. Apakah pekerjaan yang bertambah, ataukah tubuh yang sudah lemah, atau mungkin jiwaku yang tumpat.
Kita tidak bisa memenuhi keinginan setiap orang. Sebaliknya, tidak setiap orang bisa memenuhi keinginan kita.
Begitulah sifat kehidupan. Kekecewaan adalah hal yang tidak bisa dinafikan dalam interaksi sosial. Penting kita ingat, setiap orang memiliki halangannya masing-masing.
Piala Dunia 2026, 19 Juli, enam jam lagi menuju laga final Argentina vs Spain.
Saya bukan penggila sepak bola. Saya tidak punya tim favorit. Video-video YouTube Short yang saya lihat, Argentina vs Egypt penuh kontroversi. Intinya wasit (bahkan FIFA) berpihak kepada Argentina. Sebab itulah saya berharap Spain menang kontra Argentina. Apakah harapan saya tercapai? Enam jam lagi untuk mengethaui jawabnnya.
Anda telah menggunakan 90% dari batas sesi Anda
Ini pesan dari Claude, bagi saya ini berarti harus istirahat sampai lima jam ke depan.
Saya punya hobi baru sekarang. Bakar token! Di dunia AI (seperti ChatGPT, Gemini, atau Claude), token adalah unit dasar yang digunakan AI untuk membaca, memproses, dan menghasilkan teks. Token seperti potongan balok Lego yang menyusun sebuah kalimat. AI tidak membaca kata per kata seperti manusia, melainkan memotong teks menjadi pecahan-pecahan kecil yang disebut token. Satu token tidak selalu sama dengan satu kata. Aturan kasarnya (terutama dalam bahasa Inggris) adalah: 1…
Platform ini akan mati, nanti. Ibarat pohon, muncul dari dalam tanah, tumbuh, dewasa, lalu mati...kembali menyatu dengan tanah. Di dunia yang fana ini, semuanya bisa rusak dan yang hidup pasti mati. Namun, justru karena kefanaan itulah, setiap waktu yang kita miliki saat ini menjadi begitu berharga. Saya tidak merawat 'pohon' ini agar ia hidup selamanya, melainkan agar ia tumbuh subur dan memberi makna selama waktu yang ia miliki. Begitu pula dengan kehidupan kita…